Halo gan pa kabar, semoga sehat walafiat, nah edisi kali ini ane mau nyoba mulai ngebahas atau ngejawab pertanyaan temen2 mengenai kelistrikan atau lainnya (ane jawab sebisa nya ane + referensi dari lainnya), ane tampilin di blog sebagai tulisan atau sesi tanya-jawab😀 seperti pertanyaan nya saudara Ami beberapa pekan lalu yaitu : “Mau tanya pak, gimana caranya ngecek tegangan di kwh pasca pake tang ampere”, nah ane coba bahas gan,,😀

Respon : ane ambil di http://news.ralali.com/ketahui-prinsip-kerja-tang-ampere-disini-yuk/ Tak harus seorang teknisi untuk bisa memahami benar prinsip kerja tang ampere, Anda bisa mengetahui cara kerja alat ini karena cukup sederhana mengingat perangkat ini dibuat sebagai pembaharu sebuah alat ukur, alhasil cara penggunaan dan teknologi yang digunakan juga semakin baik mudah tanpa mengurangi akurasi data ukur yang tepat.

Dalam sebuah tang ampere Anda akn menemukan layar, tuas putar untuk mengatur tegangan, port voltase hingga beberapa tombol yang bisa Anda gunakan untuk melakukan pengukuran tegangan, dan semua bisa Anda coba dan gunakan dengan mudah. Cukup ketahui kabel atau komponen mana yang ingin Anda ukur, atur posisi voltase tegangan, kemudian buka pengait yang menyerupai clamp atau tang dan tempelkan. Dengan sendirinya arus yang terdapat pada kabel tersebut akan teridentifikasi. Mudah bukan? Berbagai-Model-Tang-Ampere   Penggunaan-Tang-Ampere

Prisip Kerja Tang Ampere

Pada dasarnya pengukuran arus merupakan salah satu prosedur yang harus dilakukan pada perawatan berkala suatu alat. Nah salah satu alat yang digunakan dalam melakukan perawatan adalah tang ampere. Ini merupakan alat yang sudah disempurnakan alias digital, sebelumnya, untuk melakukan prosedur pengukuran dilakukan secara konvensional atau analog, yakni dengan mengharuskan seorang teknisi memotong kabel yang akan diukur arusnya. Namun perkembangan teknologi mengharuskan sebuah arus yang berjalan selama 24 jam non-stop selalu terawat dan terukur tanpa ada permasalahan yang berarti.

Inilah peran yang dimiliki oleh tang ampere atau dikenal dengan clamp meter. Tanpa melakukan pemotongan kabel pada arus yang harus berjalan selama 24 jam simultan maka arus listrik bisa terukur dengan akurat. Sistem clamp menggunakan prinsip hukum Faraday yang mengatakan bahwa perubahan fluks magnet dalam sebuah kumparan sehingga akan menimbulkan arus yang akan mengalir pada kumparan tersebut.

Dan secara umum, Faraday mengatakan bahwa perubahan fluks magnet dalam sebuah kumparan akan menimbulkan arus yang mengalir pada kumparan. Apabila jumlah lilitan semakin besar, maka semakin besar pula tegangan yang dapat diukur di kedua ujung kumparan tersebut sebagai sekelumit prinsip kerja tang ampere. Tegangan yang terukur di kumparan itu biasanya terkategori dalam hitungan orde mili volt. Sehingga arus AC yang mengalir pada sebuah kabel akan memberikan perubahan fluks, sehingga besarnya arus tersebut dapat diukur dengan menggunakan sistem clamp. Setelah arus mengalir dalam kumparan dengan tegangan tertentu maka akan langsung diolah oleh komponen-komponen penyusun Clamp Meter (Tang Ampere) sesuai dengan tang ampere apa yang digunakan, apakah tang ampere digital atau tang ampere analog.

Teknik Pengukuran Arus dan Tegangan

Prinsip kerja tang ampere tentu tak lepas dari dua teknis yang bisa dilakukan pengukuran menggunakan clamp meter atau tang ampere ini, yang pertama adalah Arus dan yang kedua adalah tegangan. Dan clamp meter yang digunakan juga ada dua yakni digital dan analog. Dan perkembangan teknologi saat ini menuntut perawatan lewat teknik pengukuran yang tidak harus melakukan penghentian sebuah arus. Jika Anda menggunakan tang ampere digital maka sistem kalibrasi sudah tertanam otomatis sehingga untuk mengatur posisi kalobrasi menjadi ‘nol’ cukup putar switch ke arah ‘off‘. Sementara untuk Anda yang menggunakan analog, maka prinsip kerja tang ampere analog, harus melakukan pemutaran manual dan menyesuaikan jarum di posisi ’0′. Nah, berikut adalah dua teknik pengukuran yang bisa Anda lakukan, Arus dan Tegangan;

Teknik Pengukuran Arus

  • Menekan tombol hold (induksi)
  • Memutar swicth ke arah A (ampere)
  • Menekan tombol di sebelah kanan untuk membuka magnit yang berbentuk seperti tang
  • Mengklemkan atau mengalungkan tang ampere pada kabel
  • Kabel hitam jika pada kwh dan kabel kuning jika pada panel biasa
  • Membaca nilai arus yang tertera pada layar display

Teknik Pengukuran Tegangan

  • Menekan tombol hold (induksi)
  • Memutar swicth ke arah Vrms (volt)
  • Menekan tombol di sebelah kanan untuk membuka magnit yang berbentuk seperti tang
  • Mengklemkan atau mengalungkan tang ampere ke kabel warna kuning pada panel biasa
  • Kabel pada alat; Kabel hitam ke nol (standar) pada panel
  • Kabel merah ke api (RST tiga fasa) pada panel
  • Membaca nilai tegangan yang tertera pada layar display

sebenarnya cukup mudah, sebuah alat ukur ini sengaja diciptakan untuk mengetahui seberapa besar arus bolak-balik atau alternating curent (AC) pada sebuah instalasi listrik (lihat : Cara Instalasi Hemat Listrik). Demikian prinsip kerja tang ampere yang bisa Anda tiru saat akan melakukan pengukuran tegangan. Semoga bermanfaat. Semoga bermanfaat ya saudara ami🙂