IMG_1664

gan aya Monyet tuh, hehehe😀😀 , kita temuin mati terkapar nempel di SUTM [foto sedang nempelnya ntar dibawah ada gan]. Kejadian ini pada saat di seksi Penyulang Bawang ada salah satu seksi yang padam, pas kita inspeksi ternyata kera alias monyet nempel😦 wakkkkkk ngapain coba eta monyet bet gugulantungan dina SUTM, hadeeuuhh😦 mati sia2 tuh😀

ada Kang Sardi dan Kang Iyus [yantek Picung] yang difoto diatas bareng monyet gan, hehehe pisss kang..nah kita cari tau gan tentang definisi kera/monyet, ane googling di Wikipedia hasilnya seperti ini :

Monyet adalah istilah untuk semua anggota primata yang bukan prosimia (“pra-kera”, seperti lemur dan tarsius) atau kera, baik yang tinggal di Dunia Lama maupun Dunia Baru. Hingga saat ini dikenal 264 jenis monyet yang hidup di dunia. Tidak seperti kera, monyet biasanya berekor dan berukuran lebih kecil. Monyet diketahui dapat belajar dan menggunakan alat untuk membantunya dalam mendapatkan makanan.

Pengelompokan monyet bersifat parafiletik, karena monyet Dunia Lama (Cercopithecoidea) sebenarnya lebih dekat kekerabatan genetiknya dengan kera (Hominidae), daripada monyet Dunia Baru (Platyrrhini).

Monyet terbesar adalah mandrill. Beberapa monyet dalam bahasa sehari-hari juga sering disebut sebagai kera.

monyet nempel di SUTM

Beberapa monyet telah dimanfaatkan manusia sebagai hewan timangan atau hewan untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) adalah hewan yang paling biasa berinteraksi dengan manusia dan sering dipelihara sebagai hewan timangan, hewan sirkus, atau percobaan laboratorium. Ia juga primata pertama yang pernah ke angkasa luar. Beruk dipelihara di beberapa tempat di Sumatera dan Malaya untuk dilatih sebagai pemetik kelapa.

Monyet di hutan gunung Bunder menggerakkan pepohonan di siang hari, berlompatan dari satu dahan ke dahan yang lain dan diam bila ada pendaki gunung yang lewat. Mungkin di situ monyet hidup berdampingan dengan macan akar dan ular. Di Sumatera Barat, tepatnya Danau Maninjau, penginapan bersebelahan dibangunnya dengan hutan dan monyet dapat dengan mudah menanjakn pohondan memasuki teras hotel dekat kolam renang. Di perjalanan naik turun ke arah danau Maninjai, monyet monyet leluasa berkeliaran dan seperti menunggu makanan yang dilepmar oleh pelancong.

nah ternyata suka pindah pindah loncat dari satu pohon ke pohon yang lain, mungkin kmaren pas kesetrum sedang apes tuh monyet, mau loncat ke pohon eh malah nyangkut di SUTM😀 atau kalo dilihat dari fotonya sih jaringan SUTM dianggap sebagai dahan pohon, makanya nempel, hehehehe:mrgreen: