Assalamualaikum, kumaha damang, gimana kabarnya, mudah2an sehat nya🙂 ane baru sempet update lagi nih blog uy, teu sempet, hehehehe😀 ane mau posting mengenai topik Inspirasi Kita, masih inget kan?? yuppzz yang ane bahas kemaren2 itu gan, mengenai Kang Wadil dan Teh Suci.. inget?😀😀 [maksa]:mrgreen: nah kali ini ane mau bahas temen ane gan, semoga bisa menjadi inspirasi buat kita semua🙂🙂

sigit, thats me :D

Perkenalkan nama ane Sigit Haryanto, dipanggil sigit. 25 Februari 1988 saya terlahir di tanah jawa yang tepatnya di Boyolali. Aku terlahir no 4 dari lima bersaudara, dan semua saudaraku perempuan, yah bisa dibilang aku paling ganteng lah ama bapakku.😀😀😀 Adikku masih duduk di bangku SMP, jadi dari kelima bersaudara itu yang belum berkeluarga saya ama adikku. Kedua orang tuaku alhamdulilah adalah pahlawan tanpa tanda jasa alias guru SD🙂.

ane Terlahir bukan di daerah kota bisa dikatakan daerah terpencil malahan, tapi saya sangat bersyukur untuk semua petualangan yang tiap hari saya lakukan bersama teman- teman saya. Dari sekolah dasar ini saya punya temen yang sangat solid yaitu agus, riyanto & parno. [3 sekawan gan😀 ]. Kami berempat punya keinginan yang kuat, semasa sekolah di SD itu kelas 3 kami berempat mencari pasir ke jurang sebagai kegiatan kami untuk jajan setelah pulang sekolah, ya sering kali diselingi dengan berburu burung, bermain tembak tembakan. Hingga kelas 5 SD kami menjual pasir dan alhamdulilah gan akhirnya kita kebeli seekor kambing,..

nah semenjak itu kita dengan gigihnya dan bekerjasama untuk mencarikan rumput buat si kambing, kita rawat gan. Kami melakukan itu semua bukan karena paksaan dari orang tua masing2, namun kita lakukan karena kita isi waktu bermain kita sambil bekerja saja.🙂

tak terasa waktu belajar bersama di Sekolah Dasar udah habis dan kami pun sepakat menjual kambing itu untuk uangnya kita bagiin rata, hmmmm GoodBy My Lovely Kambing, hehehe😀:mrgreen: .

Melanjutkan ke jenjang SMP rasanya masih begitu enggan karena saya diterima di SMP yg lumayan jauh, dengan jarak kurang lebih 20 km dan waktu itu untuk tempat pemberhentian angkotnya berjarak 3 km dari rumah gan [kebayang ga?😦 ]. Memang bisa dikatakan kalo rumahku itu amat sangat jauh hingga dengan Gunung Merapi aja cuman berjarak + 7 Km tapi kenapa aku selalu ingin dirumah ya, mungkin pepatah “ rumahku surgaku “ itu betul juga ya, home sweet home gituhh😀

Hoaammm..hehehe

——-Tiga tahun berlalu hingga saya lulus dari Sekolah menengah pertama favorit di boyolali itu. Dengan semangat berapi api saya berniat mendaftar di SMA yang favorit juga di kota ku dengan dalih kalo saya ketrima di situ akan dibeliin motor ama ortu. Yess akhirnya semangattttt….

Hari pengumuman pun tiba dan aku pun ketrima eh ternyata ga dibeliin motor, malah suruh make motor lama yah mau apalagi, aku pake aja. Biasa ababil (abg labil) ingin kayak temen2 yang lain yang motornya di modif, akupun ikutan ngemodif motor Honda grand 2000. Tapi sayangnya bapakku gak boleh, hingga akhirnya motorku ditendang…. Hahaha. Namun sayangnya aku pun juga labil, maka kuputuskan untuk mengembalikan ke semula dan aku gak mau pakai lagi. Hingga di kelas 2 SMA saya dibelikan sebuah motor yang buat aku istimewa yaitu Honda win 97. [itu zaman dulu gan, gkgkgk😀😀😀 ].

—-Tiba saatnya untuk menyudahi menimba ilmu dijenjang SMA, saya lulus dengan nilai diatas rata-rata padahal saya blum pernah dapat rangking sekalipun, ya mungkin jeleknya system pendidikan di Indonesia yang menentukan nilainya hanya di akhir saja tanpa mau tau dengan prosesnya. Mencoba mendaftar kesana kemari untuk Sekolah Tinggi yang mempunyai ikatan dinas dari mulai STAN, IPDN & Polisi namun semua gagal juga gak ada yang diterima. Hingga akhirnya aku putuskan untuk bekerja terlebih dahulu, dan saya mulai bekerja dengan menjadi kuli bangunan ikut sebuah kontraktor di pabrik gula madu kismo. Sebulan berlalu saya ikut menjadi kuli bangunan namun merasa kurang penghasilan yang didapatkan.

Dari bekerja sebulan saya bisa mengumpulkan uang sebesar Rp 400.000,- hingga saya berani mencoba usaha untuk membuat counter hp yang melayani penjualan pulsa dengan modal dari jadi kuli itu. saya jalanin sambil nambah2 penghasilan lainnya, akhirnya saya pun diajakin sama tetanggaku untuk jadi sopirnya. Yah bisa dikatakan saya belum begitu bisa bawa mobil tapi cuman keinginan yang keras untuk belajar mobil akhirnya akupun jadi sopir mobil bak terbuka untuk beberapa minggu.

Efeknya Penjualan pulsaku turun karena jarang saya buka kiosnya, beberapa hari kemudian saya beranikan menanyakan gaji pada tetanggaku itu dan katanya akan dibayar minggu depan namun hingga hampir 3 tahun gak dibayar juga. Saya ikhlasin aja lah ya itung itung belajar bawa mobil gratis, ambil sisi positif dan buang jauh jauh sisi negatifnya. Seiring berjalannya waktu saya pun membuka usaha lagi dengan membuka tambal ban motor . Semua itu aku lakuin karena aku punya keinginan ingin berusaha untuk mencukupi kebutuhan ku dari mulai rokok sampai maen tanpa harus minta ke orang tua.🙂

salah satu cita2 ane gan..

Di tengah tahun 2007 akhirnya saya mencoba mendaftar ke universitas ternama di Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada. Sebenarnya saya tidak terlalu berniat untuk mendaftar di universitas tersebut tapi karena dapat dorongan mental dari temanku dan berkata “Git kamu bisa masuk UGM saya acungin jempol  empat!!” hal itu lah yg membakar semangat saya membara gan… Alhamdulilah ternyata keterima gan,🙂

Ceritanya kuliah nih, nah Minggu-minggu pertama berjalan monoton sekali, saya ikut di rumah kakak di jogja. Semester pertama saya lalui dengan biasa saja hingga akhirnya saya putuskan untuk mencari kost2an. Akhirnya saya ngekost di tempat bu tukino, Orangnya super galak dan mata duitan….😦

Tapi biarpun galak tapi ya gpp deh, nah dari sini saya bertemu dengan kawan baru yang berbeda kampus. Bowo adalah seorang teman yang telah menitipkan ilmunya ke saya, dia telah memberikan banyak sekali peluang usaha dan kerja buat saya. Disamping di beri ilmu computer bowo juga memberikan ilmu tentang kamera video. Dari mulai cara mengambil gambar hingga melakukan editan video. Sering kali saya harus bolos kuliah untuk ikut bowo mengabadikan gambar acara pernikahan. Dari hasil saya bekerja sambilan untuk saya gunakan mencukupi kebutuhan di jogja dan alhamdulilah bisa nabung untuk beli laptop.🙂

Libur semester yang saya tunggu datang juga, saya sangat ingin mewujudkan impianku untuk membeli laptop. masih kurang nih uangnya,..Berawal dari keinginan yang kuat ini akhirnya saya menjadi sopir lagi untuk mengisi kegiatan liburan agar kebeli laptop. Hari demi hari kulalui dengan berangkat jam empat sore dan pulang jam 5 subuh merupakan hal yang wajar ketika waktu terasa dibalikkan untuk mendapatkan seratus ribu. Hingga sebulan kegiatan liburan ini saya manfaatkan untuk bekerja, sampai pada akhirnya uangku pun terkumpul 3 juta rupiah. Ku beranikan diri untuk minta bantuan tambahan uang dari bapak ibuku untuk membeli laptop.

Laptop axio menjadi pilihanku saat itu dengan ditambahin separuh dari harganya, senang berikut sedikit bangga ada dalam diriku. Wisuda merupakan tujuan akhir dalam pendidikan di universitas, 29 Januari 2010 itulah hari dimana saya wisuda. Belum ada gambaran harus bekerja kemana dan bekerja apa. Selalu saja ada jalan ketika mau berusaha itulah penyemangatku saat itu. Kembali hidup ke jalan merupakan pilihan yang tidak terlalu jelek untuk sebuah pekerjaan. Sopir truk pasir sebutan bagiku saat itu, walaupun banyak cibiran yang membandingkan lulusan UGM sama aja dg lulusan SD. Enak gak enak didenger tapi itu kenyataan dan yang penting buat aja sebagai motivasi hidup.

Hidup sehari hari dijalan tidak membuat saya lupa untuk berusaha mencari pekerjaan yang lebih layak. Setiap malam sehabis kerja kusempatkan untuk browsing di internet. Mencoba melamar pekerjaan di pabrik garmen, bank muamalat, leasing dan sopir kantor pos, tapi gak ada satupun yang ada panggilan. Sampai pada suatu hari sehabis aku nyopir malem, paginya aku diajakin temenku untuk mendaftar di PLN. Dengan santai aku jawab “ ah gak mungkin ketrima lah khan aku anak ekonomi, aku juga gak da keluarga di PLN” namun temenku tetap mengajakku dengan alasan ada formasi jabatan yang dibutuhkan.

Akhirnya ikut, Dari mulai pendaftaran sampai dengan ujian ke tiga aku masih bersama sama temenku, ternyata di tes ketiga itulah temenku gugur dan tidak bisa melanjutkan ke tes berikutnya. Ujian saya jalani tanpa beban ya bisa dikatakan santai banget karena dari awal aku udah pesimis terlebih dahulu. Tes wawancara merupakan ujian yang dilakukan paling terakhir sebelum dinyatakan diterima di PLN dan waktu itu saya sempatkan untuk meminta doa restu kepada orang tua yang tadinya tes tes sebelumnya tidak tau bahwa saya ikut di tes PLN. Dan perjalananku sampai saat ini di PLN sudah hampir 3 tahun dan sekarang ditempatkan di rayon rangkasbitung….kurang lebih seperti ini lah sebelum saya masuk ke PLN.

” Sebuah mimpi tidak hanya dilihat dari hasil akhirnya saja, tapi harus juga dilihat dari usaha kita untuk mewujudkan mimpi tersebut”. Semua butuh proses.

Mantep gan ceritanya kan, wahhh jadi inspirasi buat kita nih, dimana ada kemauan untuk berusaha insya Alloh akan terkabul gan, yang penting adalah prosesnya..terimakasih untuk temenku Sigit yang sudah mau berbagi ceritanya dan dimuat di webblog ini🙂🙂🙂