Lailatul Qadar adalah bonus puncak dalam ibadah Ramadhan, bonus yang dikasih kepada hamba-hambaNya yang menjalani dengan serius mengharap keridhoan Alloh. Bukan mereka yang meremehkan, dan berpaling dari perbaikan ibadah dirinya di dalam bulan suci. Marilah merenungkan hadist di awal berikut sebagai acuan :

Rasulullah bersabda : Ramadhan telah datang kepada kalian,.. Pada bulan itu Allah SWT akan melihat kalian berlomba melakukan kebaikan. Allah SWT akan membanggakan kalian di depan Malaikat. Maka perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah SWT, sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat rahmat Allah SWT. (HR. Thabrani)

Malam Lailatul Qadar selain sebagai malam yang berlimpah karunia, pahala yang berlipat, ia juga dikenal sebagai malam Penetapan Kadar Takdir, makanya kita kenal istilah Qodho dan Qadar dimaksudkan Lailatul Qadar sebagai penentu kebaikan kita sesuai amal Ibadah kita dibulan Ramadhan, Lailatul Qadar sebagai Malam Pengampunan, Malam Kenaikan derajat, Malam Yang Tenang dan terdapat di salah satu Malam Ganjil 10 Akhir Ramadhan.

Pada Malam itu, turun malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka, kerana membawa segala perkara (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun yang berikut) (Surah Al-Qadr:4)

Masalah takdir ditentukan untuk tahun berikutnya baik masalah rejeki dan umur, bila upaya kita maksimal beribadah beramal shaleh, dengan doa yang penuh kesungguhan, Insya Allah tahun berikutnya Allah kasih kebaikan kepada hamba-Nya. Ini sesuai dengan hadist bahwa Ramadhan merupakan penghapus keburukan hingga tahun berikutnya. Dimana penyebab azab, keburukan takdir diantaranya dikarenakan dosa dan kesalahan yang kita perbuat, dan Ramadhan berfungsi sebagai pelebur dosa, meraih ampunan.

Rasulullah SAW bersabda artinya : Antara shalat lima waktu, dari hari Jumat sampai Jumat, dari Ramadhan ke Ramadhan, dapat menghapuskan dosa-dosa kecil apabila dosa-dosa besar dihindarkan. (HR. Muslim)

Bila kita ingin menjadi Muslim yang baik, misalnya keluarga sakinah ditahun berikutnya, maka mohonlah setiap malam dengan kesungguhan, diiringi faktor-faktor seperti ibadah yang terbaik memperbanyak dzikir, serta amal shaleh yg menunjang diijabahnya doa.

Bila kita ingin berumur panjang dengan kebaikan ditahun berikutnya, maka bersungguh-sungguhlah dalam beribadah yang mendukung diijabahnya doa

Bila kita ingin masalah selesai, semisal hutang belum lunas, maka dipenghujung Ramadhan penuhi doa, ibadah, dan amal shaleh yang terbaik, karena lunasnya hutang adalah karunia agar tidak menjadi beban kita diakhirat.

Bila kita ingin menjadi pemimpin, bisa mengajak manusia kejalan Allah sesuai Syariatnya, dengan tujuan agar pahala berlipat dikarenakan banyak manusia yang tersadarkan, tercerahkan dalam Agama Allah, maka perhebat doa, lakukan amal shaleh yang terbaik pula. Semoga Allah mudahkan

Bila kita ingin membina keluarga, agar bisa membawa generasi shaleh, perbaiki niatannya, bersihkan segala niat selain Allah, bawa dalam doa, dalam munajat, naikan amalan ibadah senaik-naiknya sekuat kita, Insya Allah jalannya akan dipermudah.

Doa terbaik adalah keselamatan dunia dan akhirat, ini jangan dilupakan.

Ingat Kehidupan kita akan terarah, bila berlandaskan keselamatan dunia demi kemenangan/keberhasilan diakhirat, ia mudah beramal dengan ikhlas, hidupnya akan nyaman, selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada Robb-Nya. Hingga Allah bantu dia, dimodalin kesehatan umur, rizki, ilmu agar bekal akhiratnya semakin membaik, inilah hakikat sejati bahwa tidak ada daya dan kekuatan melainkan atas izin Allah SWT.

Dan Allah mengundang kita dalam Ramadhan, maka bersegera meraih ampunan, dan pahala maka kejarlah, deklarasikan hati bahwa Allahlah yang kita tuju. Agar Allah benar2 memilih kita. Bukan malah meremehkan dan berpaling yang membuat Allah malah menutup mata dan hati kita terhadap kebenarann akibat sombong duluan terhadap semua peringatan-Nya. Mari renungkan firman-Nya :

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkan sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pengajaran (Al Jatsiah: 23)

Sebaik-baiknya kehidupan ialah kehidupan yang membawa diri kepada kebaikan akhirat. Semakin sadarnya bahwa kehidupan sifatnya menuju kepada titik puncak kehilangan materi, duniawi, yaitu ajal. Jadi kehidupanlah sarana memperbanyak bekal menuju negeri yang abadi, Syurga Allah SWT

Inilah Jumat dipenghujung Ramadhan, dua kali lipat keutamaannya bagi mereka yang ingin perbaikan kehidupannya didunia demi meraih kebaikan akhirat yang kekal dan abadi, maksimalkan munajat, perbanyak dzikir, perbaiki niat, upayakanlah yang terbaik yang bisa dilakukan, agar tahun kedepan Allah berkahi kehidupan kita, memperbaiki lahir dan bathin kita sesuai dengan tuntunan Risalah-Nya

Penghujung Ramadhan Rasulullah SAW bersungguh2 beritikaf meningkatkan ibadah menandakan keutamaannya yang semakin besar bila Ramadhan menjelang habis waktunya. Semoga kita semua bisa memanfaatkan waktu memaksimalkan meraih keutamaan dibulan Suci ini.

Dipenghujung Ramadhan ada Zakat Fitrah kembali kepada fitrah yang dibuka pada sepuluh akhir juga merupakan faktor terangkatnya amal ibadah kita selama Ramadhan.

Zakat wajib yang merupakan pernyataan jiwa dan raga agar Allah mudahkan kita kembali kepada fitrah kita sebagai hakikat manusia yang diciptakan Allah SWT dengan tujuan beribadah kepada-Nya. Kembali kepada fitrah, kesucian. Kembali kepada kesucian kehidupan yang sebelumnya dikotori noda dan dosa selama setahun.

Wallahu A’lam
Sumber : Ustadz Yusuf Mansyur