Gan Yantek Muncang juga ga mau kalah nih dengan temen-temen yantek lainya, Yantek Saketi terkenal dengan Binatang Muka sbagai Penyebab Gangguan Padam, Yantek Picung dan Warunggunung terkenal dengan Tandonya, nah giliran Yantek Muncang gan dengan Penemuan Kalong sebagai Penyebab Gangguan Jaringan, hehehe🙂🙂

Wah wah wah komplit euy, knapa tuh binatang pada betah mangkal di SUTM ya, aneh gan😀 padahal mah mati secara sia-sia ituh, gkgkgkgkgk..

ga malem ga siang, wah sama aja, ane ulas dikit nih mengenai sifat dan karakteristik kalong gan😀 check it out..!!!!

Kalong adalah anggota bangsa kelelawar (Chiroptera) yang tergolong dalam marga Pteropus familia Pteropodidae, satu-satunya familia anggota subordo Megachiroptera. Kata “kalong” seringkali digunakan alih-alih kelelawar dalam percakapan sehari-hari, walaupun secara ilmiah hal ini tidak sepenuhnya tepat, karena tidak semua kelelawar adalah kalong. Kalong terutama merujuk pada kelelawar pemakan buah yang berukuran besar. Kelelawar buah terbesar, sekaligus kelelawar terbesar, adalah kalong kapauk Pteropus vampyrus yang bisa mencapai berat 1.500 gram, dan bentangan sayap hingga 1.700 mm.

Kelelawar yang berukuran amat besar. Jari pertama sangat panjang, jari kedua memiliki cakar yang berkembang baik. Tengkorak berukuran besar dan memanjang, dengan rangka otak yang berbentuk hampir seperti pipa. Memiliki tiga geraham depan atas, tetapi yang terdepan sangat kecil dan sering tanggal pada individu yang tua. Kalong tidak berekor.

Kalong hanya memakan buah-buahan, bunga, nektar, dan serbuk sari; ini menjelaskan mengapa kalong terbatas penyebarannya di wilayah tropis. Kalong memiliki mata yang besar sehingga mereka dapat melihat dengan baik dalam keadaan kurang cahaya. Indra yang secara utama digunakan untuk navigasi adalah daya penciumannya yang tajam. Kalong tidak mengandalkan diri pada daya pendengaran seperti halnya kelelawar pemakan serangga yang menggunakan ekholokasi. Kalong sering mencari makanannya sampai jauh, hingga sejauh 40 mil dari tempatnya tidur.

Di Medan dan di beberapa tempat di Indonesia, kalong dijual untuk makanan yang berkhasiat sebagai obat asma . Dimasak dengan gulai, kalong bisa disantap bersama makanan yang lainnya. Kalong juga tinggal di dalam gua berstalaktit yang sering menjadi tempat kunjungan pencinta alam untuk ” caving”. Kalong di Jakarta banyak bermunculan di malam hari di pohon pohon Angsana, Akasia, dan pohon pohon besar atau agak besar tetapi tidak diburu dan dijual.

Kalong dianggap sebagai obat asma, konon karena dagingnya yang bisa memanaskan badan manusia. Mungkin setelah dimakan dagingnya lebih berasimilasi dengan oksigen sehingga pembakaran tubuh semakin tinggi panasnya dan membuat penderita asma mendapatkan hangat di bagian paru. Kabar lain lagi , kalong dipercaya sebagai obat asma karena kemampuannya hidup di malam hari dimana umumnya penderita asma merasa sesak napas dan alergi dengan udara malam.

Sekilas seperti itu gan, ane kutip dari Wiipedia Indonesia, kalo penanganan maslah penyebab gangguan oleh binatang mungkin agak sulit gan, kayak pemasangan paralon, sipenzol, ijuk atau penangkal2 hewan lainnya kadang ga maksimal juga gan, dipasang disini eh kena nya disini, pasang sebelah sini eh disana adanya,, wah wah ribet😀

ya kalo nemuin binatang yang masih idup mau ane pelihara gan, mau di introgasi supaya dikasih tau ke temen2 tando, binatang muka dan kalongnya supaya ga mangkal dijaringan gitu, gkgkgkgk😀😀😀😀😀

Kalong Kalong Kalong,
Salam Semangat🙂